Postingan

Menampilkan postingan dengan label #Jokowi

MENGAPA MAKIN BANYAK ORANG2 PINTAR INGIN JOKOWI DIGANTI 2019

"MENGAPA MAKIN BANYAK ORANG2 PINTAR INGIN JOKOWI DIGANTI 2019..?? KARENA PUNDI2 NYA DIOBOK OBOK JOKOWI SHG TDK BISA KORUPSI MENGAPA SELURUH KEKUATAN INGIN MELAWAN JOKOWI...? SEKARANG UNTUK TAHU SIAPA SAJA PARA PENGKHIANAT NKRI ITU GAMPANG...., CARILAH ORANG, KELOMPOK ATAU PARTAI YANG TELAH MEMBANTU NEGARA LAIN MENJADI KAYA DAN JUSTRU INDONESIA MENJADI MISKIN...., KENAPA MEREKA GETOL TERIAK #2019GANTIPRESIDEN? KARENA KERAJAAN PENCIPTA  PUNDI PUNDI UANG MEREKA TELAH DIOBOK OBOK JOKOWI...., Dulu nih, Sebelum Jokowi naik panggung politik nasional, negeri kaya SDA ini berdarah darah harus impor Minyak agar kebutuhan BBM dalam negeri terpenuhi. Dan impor BBM itu dibiayai dari subsidi agar rakyat marasa nyaman. Subsidi itu didapat dari hutang. Mengapa ? Negeri ini berpuluh2 tahun dibiarkan tergantung impor BBM karena kapasitas kilang BBM tidak ditambah.  Bayangkanlah dengan kapasitas kilang yang dimiliki hanya 800 ribu barrel sementara kebutuhan BBM mencapai 1,4 juta barr...

Peneliti Indonesia Made Tony Supriatma dan peneliti 'bule' Edward Aspinall & Marcus Mietzner sependapat ttg ' game plan '

Sabtu, 12 Juli 2014 01:57 Peneliti sekaligus pengamat masalah sosial dan politik asal Indonesia yang bermukim di Amerika Serikat, Made Tony Supriatma, mengaku melihat ada gejala yang tidak beres pada kubu calon presiden (capres) nomor urut 1 Prabowo Subianto. Alumnus Fisip UGM dan Cornell University yang tinggal di Clifton, New Jersey AS ini menjelaskan, gejala itu terlihat setelah Stasisun TVOne milik Ketua Umum Partai Golkar yang selama kanmpanye Pilpres menjadi corong bagi kubu Prabowo sudah mulai menyiarkan hasil hitung cepat peroleh suara selain versi mereka. "Sebelumnya Jubir Golkar Tantowi Yahya sudah berhitung dengan kemungkinan Golkar mengalihkan dukungan ke Jokowi. Rasanya, kubu Prabowo retak," tulis Made yang diunggah di akun facebooknya, Jumat (11/7/2014) . Persoalannya, sambung Made Tony, berapa lama lagikah Prabowo bisa menjaga kesatuan koalisi yang dia bangun. "Apa 'leverage' yang dia miliki?," ujarnya bertanya. "Perlu diingat ini...

survey institutions vs conduct research

Apa hubungan antara ( survey institutions ); 1. LSN milik Mahfud MD, 2. JSI milik Didik J. Rachbini, PAN, 3. Puskaptis milik Husin Yazid, PKS. 4. IRC milik Harry Tanoe. Dengan Rob Allyn Siapa Rob Allyn ? Coba kita simak disini .. http://blog-berbagi.blogspot.com/2014/07/edward-aspinall-marcus-mietznerconduct.html?m=1 sent from mobile devices

Edward Aspinall & Marcus Mietzner conduct research on Indonesian (presidential election 2014)

Gambar
Let's be clear about one thing: Joko Widodo (Jokowi) has won Indonesia's 9 July presidential election. If the formal vote counting and tabulation process concludes without massive fraud, he will be sworn in as the country's new president on 20 October of this year. The reason we can be sure of this despite the absence of an official announcement by the Election Commission (KPU) is the availability of quick counts carried out by Indonesia's credible survey institutions. Quick counts occur when a survey institute places field workers in a sample of polling booths and, when the formal counting of the ballots at the polling booth is complete, those workers convey the results (usually by telephone) to a central collation centre. If the sample polling booths are properly selected and sufficiently great in number and the count is administered correctly, well-organised quick counts can predict the final outcome of the formal count within a very narrow margin of error. On v...

Bancakan / Bancaan

Ini adalah kutipan dari Suhindro Wibisono yang dimuat di Kompasiana. Karena Satu pemikiran yang Sama dg saya maka dimuat disini. Namun judulnya menjadi; "Bancakan / Bancaan" Edukasi "Please Ahok, Keep Rahasia Jokowi Terlibat Korupsi Bus Karatan... (kiamat kami nanti...)" Suhindro Wibisono 27 Jun 2014 | 19:19 Kompasiana. Ketika itu menjelang Pilkada DKI, Jokowi duet dengan Ahok mendapat serangan SARA, mereka tidak setuju kalau sampai Ahok yang bukan Muslim memimpin DKI. Lalu dihembuskanlah ayat-ayat suci, haram, murtad, dan lain-lain kalau umat Muslim memilih pemimpin yang bukan Muslim.  Tapi karena ternyata Jokowi Muslim, maka dalil tersebut tidak mutlak benar, maka dibelokkan lagi, bagaimana jika Jokowi berhalangan tetap dan juga sudah terbukti Jokowi telah meninggalkan warisan kepemimpinan kafir seperti di Solo, maka itu akan terjadi di DKI kalau memilih Jokowi-Ahok.  Masuk akal dan hampir terjadi walau ternyata bukan karena berhalangan tetap. Lalu...

Tol laut yang dimaksud o/ #Jokowi

Saya muat di Blog ini untuk membuka cakrawala atau memperbaiki kesalah pahaman sebagian orang yang mengira bahwa TOL LAUT adalah jalan untuk angkutan darat yang dibangun diatas laut, itu adalah pemahaman yang keliru. Maka pengertian dari arti kata TOL LAUT pun mnjadi negatif krn pola pikir yg keliru. Kenapa menggunakan istilah TOL LAUT.. Karna dengan istilah TOL yang sangat familiar ditelinga rakyat indonesia.. Supaya dpt Dapat dimengerti dgn mudah.. Jalan TOL adalah jalan bebas hambatan. Maksud #Jokowi dengan TOL LAUT itu adalah "pengiriman segala kebutuhan masyarakat melalui jalur laut tanpa hambatan", dengan dibangunnya infrastruktur yang memadai antara lain armada laut serta pelabuhan pelabuhan yang memadai. @k4RI0 sent from mobile devices

Mengapa Jokowi, bukan Prabowo ?

Gambar
Judul asli: Pernyataan-pernyataan Prabowo yang Membuat Saya Enggan Memilihnya Dimuat di Kompasiana Oleh: Paulus Teguh Kurniawan 12 Jun 2014 | 09:03 Tahun lalu, saya masih merupakan salah satu penggemar Prabowo dan Jokowi. Bagi saya, tidak masalah yang manapun di antara mereka yang menjadi presiden, keduanya merupakan tokoh yang bagus. Yang membuat saya kagum pada Prabowo adalah visi-misinya yang cukup bagus dan juga keberaniannya mencalonkan Ahok yang Kristen-Tionghoa menjadi wakil gubernur DKI. Saya bahkan pernah terang-terangan berharap terjadi duet Jokowi-Prabowo atau Prabowo-Jokowi di pilpres 2014, kalau tidak percaya baca artikel-artikel saya yang dulu, contohnya ini: http://politik.kompasiana.com/2014/04/02/memperbandingkan-jokowi-dengan-prabowo-644008.html Namun belakangan setelah memasuki masa kampanye pilpres, semakin lama saya semakin kehilangan respek pada Prabowo. Sekarang saya bahkan sampai pada kesimpulan bahwa berbahaya jika sampai orang ini menjadi Presiden be...