Postingan

Menampilkan postingan dengan label PKS

Teriak usir Aseng

Foto Minggu, 25 Maret 2018 ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA  – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana Adia divonis sembilan tahun penjara dalam perkara suap usulan proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Mantan Wakil Ketua Komisi V DPR itu juga diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. “Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar ketua majelis hakim saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (21/03/2018). Hakim menilai perbuatan Yudi tidak mendukung pemerintah yang sedang gencar memberantas korupsi. Yudi juga tidak mau mengakui perbuatannya. Hakim menilai Yudi terbukti menerima suap lebih dari Rp 11 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng. Dalam dakwaan pertama, Yudi terbukti menerima uang Rp 4 miliar dari Aseng. Pemberian itu karena Yudi telah me...

Zulkieflimansyah PKS Akui Beri Info ke Kedubes AS

Gambar
Politisi PKS Zulkieflimansyah - inilah.com/Wirasatria Oleh: Abdullah Mubarok Nasional - Senin, 5 September 2011 | 09:45 WIB TERKAIT Zulkieflimansyah Jadi Wakil Ketua Komisi XI INILAH.COM, Jakarta - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zulkieflimansyah mengaku pernah ditanya oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) soal uang yang harus dikeluarkan untuk bisa 'bertarung' dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Zul, sapaan akrabnya, diajak bincang-bincang oleh beberapa kedubes, bukan hanya Kedubes AS, saat dirinya maju sebagai calon gubernur Banten 2007. "Mereka nanya-nanyalah pengeluaran jadi cagub Banten berapa, saya jawab sekitar Rp8 miliar sampai Rp10 miliar," ujarnya kepada INILAH.COM, Senin (5/9/2011). Karena penyelenggaraan Pilkada Banten dan DKI digelar di tahun yang sama, beberapa kedubes menanyakan hal yang serupa. Zul menjawab sekitar Rp15 miliar sampai 2...