Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

Mengapa Orang padang benci Jokowi?

Kekuatan Indonesia itu ada pada Pancasila yang menjadi mukadimah ( pembukaan ) atas UUD 45. Prof. Notonagoro menyatakan bahwa “kebaikan hukum positif Indonesia, termasuk (tubuh) UUD, harus diukur dari asas-asas yang tercantum dalam Pembukaan. Dan karena itu, Pembukaan UUD 45 harus dipergunakan sebagai pedoman bagi penyelesaian soal-soal pokok kenegaraan dan tertib hukum Indonesia”. Jadi walau UUD 45 di buat dengan terburu namun para pendiri negara sepakat bahwa kalau nanti ada pasal dalam UUD 45 tidak sesuai dengan Pancasila akan diberbaiki kemudian. Yang penting batang tubuhnya sudah ada. Atas dasar itulah negeri ini tegak. Itulah buah konsesus para pendiri negara ini. Namun apakah semua tokoh sepakat ? tidak. Ada dua kekuatan yang tidak bisa menerima Pancasila secara utuh, Yaitu Komunis dan Islam. Masing masing punya agenda berbeda , namun tujuan sama yaitu menguasai negeri ini dengan platform perjuangan mereka.  Dua tahun setelah negeri ini merdeka, terjadi pembero...

Umat Kristiani ogah Natal di Monas

https://m.detik.com/news/berita/d-3767899/hashim-mengaku-terlibat-pembahasan-perayaan-natal-di-monas https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10212796907150260&id=1615604654

Catatan dari gerilyapolitik.com 25 April 2017

2019 bakal capres yang akan jadi lawan kuat Jokowi, al: Jusuf kalla, Prabowo. Mereka akan pakai jurus yang kurang lebih sama seperti jurus mengalahkan Ahok kemarin. Bedanya: kalau kemarin image Ahok dibawa ke kristen kafir penista agama, nanti image Jokowi akan dibawa ke Jokowi komunis anti islam – Jokowi procina (aseng). Kpu akan pakai aturan yang sama: kalau tidak ada 51% kemenangan, maka pemilu jadi dua putaran, dengan cara ini maka sudah dapat dipastikan Jokowi akan kalah. Teknik-teknik pecah belah sara akan terus makin digenjot, terutama radikalisme islam yang akan semakin dibakar membesar. Melihat situasi kekalahan Ahok kemarin, sepertinya Gerakan pro rakyat sudah kalah dari Pilgub kemarin ini, karena gubernur yang naik besok adalah pion / agen dari gerakan intelijen radikalisasi islam di Indonesia, yang pada akhirnya yang diuntungkan adalah Freeport dan teman-temannya perusahaan-perisahaan globlalis Barat lainnya serta para konglomerasi jahat lokal nasional. Bila nant...

Dia lagi, dia lagi ...

Gambar
Jokowi Jadi Presiden, Tomy Winata Terkapar. Kini 'Hangat' Bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq. Nah Lo Ketahuan!!   Infoteratas Indonesia    Minggu, 27 November 2016    fpi ,  Nasional Infoteratas.com - Media Sosial tengah dihebohkan dengan keakraban Imam Besar Habieb Rizieq dengan klan pengusaha Tomy Winata...? Foto ini pertama kali diposting oleh akun @Ratu-adil dan telah diretweet oleh ratusan netizen karena sungguh menghebohkan. Betapa tidak...?? FPI yang selama ini gembar - gemborkan anti aseng ternyata sangat akrab dengan aseng. Siapakah Tomy Winata..?? Siapa yang tak kenal Tomy Winata? Pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa yang satu ini lihai dan licin bagaikan belut yang telah diolesi oli.  Bagaikan raksasa yang berdiri mengangkang, jaringan bisnisnya menggurita disegala aspek perekonomian di negeri ini.  Saking tajirnya Tommy Winata ini, orang bilang uangnya itu mungkin saja sudah tak ada nomor serinya lagi.  Namun bag...

JK dalam sorotan

Berikut ini menarik untuk dimuat di Catatan saya dari Kompasiana tulisan Daniel H.t. 13 Mar 2015 | 00:41 Wakil Presiden Jusuf Kalla (Tempo.co) Tanggal 17 Februari 2015: Abraham Samad, ketika itu masih sebagai Ketua KPK, mengadakan konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta,  yang isinya antara lain membantah kalau dirinya kenal dengan perempuan yang bernama Feriyani Lim. Ia juga menyatakan, tidak pernah punya ruko di Jalan Boulevard Ruby II RT 003/RW 005, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukang, Makassar. Alamat tersebut yang menurut polisi dahulu adalah alamat yang tercantum di KSK Abraham Samad. Di KSK itulah yang Abraham Samad memasukkan nama Feriyani Lim, untuk kemudian dibuat KTP asli tapi palsunya itu. Dari sinilah polisi menetapkan Abraham sebagai tersangka pemalsuan dokumen kependudukan (KTP). Apakah benar Abraham Samad tidak mengenal Feriyani Lim, atau sebenarnya dia kenal, tetapi menyangkalnya untuk menyelamatkan dirinya dari tuduhan polisi itu? Rasanya, sangat terlalu nai...

Peneliti Indonesia Made Tony Supriatma dan peneliti 'bule' Edward Aspinall & Marcus Mietzner sependapat ttg ' game plan '

Sabtu, 12 Juli 2014 01:57 Peneliti sekaligus pengamat masalah sosial dan politik asal Indonesia yang bermukim di Amerika Serikat, Made Tony Supriatma, mengaku melihat ada gejala yang tidak beres pada kubu calon presiden (capres) nomor urut 1 Prabowo Subianto. Alumnus Fisip UGM dan Cornell University yang tinggal di Clifton, New Jersey AS ini menjelaskan, gejala itu terlihat setelah Stasisun TVOne milik Ketua Umum Partai Golkar yang selama kanmpanye Pilpres menjadi corong bagi kubu Prabowo sudah mulai menyiarkan hasil hitung cepat peroleh suara selain versi mereka. "Sebelumnya Jubir Golkar Tantowi Yahya sudah berhitung dengan kemungkinan Golkar mengalihkan dukungan ke Jokowi. Rasanya, kubu Prabowo retak," tulis Made yang diunggah di akun facebooknya, Jumat (11/7/2014) . Persoalannya, sambung Made Tony, berapa lama lagikah Prabowo bisa menjaga kesatuan koalisi yang dia bangun. "Apa 'leverage' yang dia miliki?," ujarnya bertanya. "Perlu diingat ini...