Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sintong Panjaitan

Sintong Panjaitan

Gambar
https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com/2012/05/13/buku-letjen-pur-sintong-panjaitan-yang-membikin-heboh/ Letnan Jenderal   TNI  ( Purn. ) Sintong Hamonangan Panjaitan  atau biasa dirujuk  Sintong Panjaitan Sabtu, 28 Maret 1981, pukul 10.10 WIB, baru saja Kapten Pilot Herman Rante yang menerbangkan Pesawat DC-9 Woyla milik maskapai  Garuda Indonesia  lepas landas dari Pelud Sipil Talang Betutu, Palembang, Sumatera Selatan. DC-9 Woyla berangkat dari Jakarta pada pukul 08.00 pagi, transit di Palembang, dan akan terbang ke Medan dengan perkiraan sampai pada pukul 10.55 WIB. Di dalam pesawat itu terdapat, 33 penumpang dari Jakarta dan 15 penumpang tambahan dari Palembang saat transit. Jadi total 48 orang di dalamnya ditambah 5 kru pesawat tersebut (2 kru kokpit dan 3 kru kabin). Namun, tiba-tiba dua penumpang bangkit dari tempat duduk mereka. Tanpa banyak bicara, kedua orang itu langsung menjalankan tugasnya masing-masing. Berbekal senj...

Jenderal yang sedikit berbicara menjaga konstitusi : LetJend(Purn) Sintong Panjaitan

Gambar
“Jenderal, Bapak Presiden tidak punya waktu banyak dan harap segera meninggalkan ruangan,” kata Letjen Sintong Panjaitan yang saat itu menjabat sebagai penasihat militer presiden. Demikian yang dikatakan LetJend Sintong Panjaitan kepada Prabowo Subianto saat bertemu Presiden RI BJ Habibie di Istana saat itu. Ini yang terjadi saat itu:   Jenderal Wiranto dalam laporannya saat itu menyatakan ada konsentrasi pasukan tak dikenal di kediaman Presiden Habibie di Patra Kuningan, Jakarta dan di Istana Merdeka . “Dari laporan tersebut, saya berkesimpulan bahwa Pangkostrad (Letjen Prabowo Subianto) bergerak sendiri tanpa sepengetahuan Pangab (Jenderal Wiranto),” kata Habibie dalam buku ‘Detik-detik Yang Menentukan’ karya Bacharuddin Jusuf Habibie, terbitan THC Mandiri  Habibie sontak terkejut mendengar laporan tersebut. Dalam benaknya muncul berbagai pertanyaan dan praduga. Tak butuh waktu lama, Habibie saat itu juga langsung memerintahkan Jenderal Wiranto untu...