Siapa Adian Napitupulu

Caleg terpilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu dikenal dengan kritiknya yang keras dan menggigit. Ini tak lepas dari rekam jejaknya sebagai aktivis jalanan sejak era Orde Baru hingga dia terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019.
Ia juga salah seorang tokoh gerakan mahasiswa radikal Forkot (Forum Kota) pada 1998
Bersama rekan-rekannya sesama aktivis di PENA 98, Adian Napitupulu menolak keras Letjen (Purn) Prabowo Subianto sebagai capres. Dia menilai Prabowo? terlibat perlanggaran HAM saat pergolakan 1998.
Adian mengagas ide untuk menduduki Gedung MPR/DPR, meski sempat ditolak oleh aktivis lainnya, ide tersebut akhirnya terwujud dan mahasiswa berhasil menduduki gedung MPR/DPR pada 18 Mei 1998. Perlawanan terus berlanjut meski Soeharto telah jatuh. Adian dan kelompoknya dengan tegas menolak Habibie sebagai pengganti Soeharto, lantaran masih berbau Orde Baru. Bahkan, pada tahun 1999, Adian menggagas Rembuk Nasional Mahasiswa di Universitas Udayana Bali yang dihadiri mahasiswa dari 60 kota di 27 Propinsi. Pertemuan ini juga untuk menolak Habibie sebagai Presiden.

Peristiwa demi peristiwa telah terjadi, termasuk pergantian pemegang tampuk kekuasaan di era Reformasi. Sebuah perubahan yang terjadi pada tahun 1998 itu harus dibayar dengan tewas nya mahasiswa yang melakukan demonstrasi, penculikan aktivis serta kasus-kasus kekerasan dan pelanggaran HAM lainnya. Namun, setelah Refromasi bergulir perbaikan kondisi masyarakat juga tak kunjung datang, dan Reformasi terkesan semakin kehilangan arah. Merasa bertanggung jawab terhadap sejarah, Adian dengan gaya "nekadnya" melakukan aksi mogok makan tunggal pada tahun 2008, atau tepat 10 tahun perjalanan Reformasi. Adian menilai perjalanan Reformasi saat ini hanya ditandai dengan pergantian pemimpin belaka, namun tidak dibarengi dengan langkah dan tindakan kongkrit dari pemerintah untuk melakukan perbaikan terhadap kehidupan masyarakat.
Tidak berhenti di mogok makan, sepanjang pemerintahan SBY, Adian terus melancarkan kritik tajam. Di tahun 2009 Adian bersama beberapa rekan lainnya mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Benteng Demokrasi Rakyat (BENDERA). Melalui BENDERA ini Adian dan rekan-rekannya sempat membuat heboh dengan mengungkap aliran dana Century ke beberapa pejabat negara, meski pada akhirnya semua nama yang dirilis oleh BENDERA membantah tudingan tersebut. Akibatnya dua aktivis BENDERA harus berurusan dengan polisi dan berlanjut ke persidangan.
Gagasan-gagasan Adian dan cita-citanya untuk merubah Indonesia kearah yang lebih baik seakan tidak pernah hilang. Di tahun 2013, Adian bersama beberapa tokoh lainnya membidani lahirnya Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) , yang mewacanakan pembentukan pemerintahan transisi. Pembentukan MKRI sendiri direspon pemerintah secara berlebihan. Bahkan, MKRI sempat dituding kelompok yang akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah.

Berjuang Bersama Rakyat, Kisah Dari Marunda Hingga Cibentang
Adian Napitupulu mengenal kerasnya jalanan sejak tahun 1991, saat itu meski berstatus sebagai mahasiswa, dia sempat "nyambi" menjadi buruh di pabrik kayu PT Total Group di Kawasan Industri Marunda, Jakarta Utara dengan gaji Rp 3000/ per hari. Lahir dari keluarga sederhana, Adian merasakan bagaimana penderitaan para buruh saat itu. Tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut, Adian sempat beberapa kali melakukan pengorganisiran buruh untuk melakukan aksi mogok kerja. Salah satu pemicu aksi mogok kerja yang digagas Adian adalah terkait dengan peristiwa kecelakaan kerja yang dialami oleh rekannya. Buruh naas tersebut harus kehilangan dua jari tangannya akibat terpotong gergaji mesin, sementara perusahaan hanya memberikan uang pengganti Rp 15.000. Adian gusar dengan hal itu, akhirnya dia bersama rekan-rekannya sesama buruh melancarkan aksi demonstrasi dan mogok kerja. Akibatnya, Adian ditangkap pada pukul 02.00 dini hari dan di tahan di Polsek Cakung serta harus menjalani berbagai intrrograsi terkait keterlibatannya dalam pengorganisiran demonstrasi buruh. Setelah itu, Adian dipecat secara tidak hormat dari perusahaan tersebut.
Disela-sela kesehariannya sebagai aktivis, pada tahun 1996 Adian sempat membentuk Lembaga Bantuan Hukum Nusantara Jakarta (LBHN). Lembaga ini terlibat aktif dalam pendampingan terhadap korban lintasan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Desa Cibentang, Parung, Bogor, Jawa Barat. Untuk menuntut hak warga yang sebagian besar petani itu, Adian bersama warga sutet sempat menggelar aksi di kantor PBB di Jakarta pada tahun 1997. Tidak hanya itu, Adian juga sempat mengorganisir ribuan warga korban SUTET untuk melangsungkan aksi demonstrasi di depan Istana Negara pada tahun 2005. Kedatangan warga korban SUTET saat itu adalah untuk mendesak pemerintah melaksanakan Undang-Undang Ketenagalistrikan No.15 tahun 1985 pasal 12. Dalam Undang-Undang tersebut termaktub bahwa seluruh bangunan, tanah dan tanaman yang yang dilintasi jalur SUTET harus dibebaskan. Hingga tahun-tahun berikutnya, Adian masih terlibat aktif dalam pendampingan warga korban SUTET untuk menuntut hak-hak mereka.

Bermodal Ketulusan Menuju Senayan
Adian Napitupulu adalah anak ke empat dari pasangan Ishaq Parluhutan Napitupulu dan Soeparti Esther. Adian kecil lahir lahir di Manado, namun besar di Jakarta, ayah nya meninggal dunia pada saat ia berusia 11 tahun. Ayah nya saat itu bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sempat menduduki posisi Kepala Kejaksaan Negeri di Kotamobagu, (Sulawesi Utara), Barabai, (Kalimantan Selatan), Kupang (Nusa Tenggar Timur) dan terkahir sempat menjabat di Kejaksaan Agung RI.
Adian besar dan matang di dunia gerakan mahasiswa, konsistensinya untuk membela kaum tertindas telah dibuktikannya dengan berbagai tindakan kongkrit yang ia lakukan. Adian juga tak pernah menyerah untuk memperjuangkan nasib rakyat demi kehidupan yang lebih layak. Demi cita-citanya itu Adian juga sempat ikut bertarung dalam bursa pencalegan tahun 2009 lalu. Melalui gerbong PDI Perjuangan, Adian menjadi Caleg Nomor Urut 4 Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Barat, yang meliputi Kabupaten Bogor. Sayangnya, Adian gagal terpilih menjadi wakil rakyat saat itu. Meski demikian, ayah dua anak ini tak patah arang, meski dia gagal menjadi anggota DPR RI, Adian tetap konsisten dengan suaranya dengan mengkrititk kebijakan pemerintah yang menyeleweng dari cita-cita pendiri bangsa.
Pada Pemilu tahun 2014, Adian kembali ikut bertarung di bursa pencalegan dengan gerbong yang sama yaitu PDI Perjuangan. Pada pencalegan kali ini, Adian mendapat Nomor Urut 2 Dapil V Jawa Barat, meliputi Kabupaten Bogor. Partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu dipilih lantaran memiliki kesamaan ideologi dan garis perjuangan yang sama.memang Adian berhasil lolos menuju parlemen. Adian akan memperjuangkan mimpi dan harapannya

Nama Lengkap : Adian Yunus Yusak Napitupulu ,SH
Umur : 42 Tahun
Pend. Terakhir : Strata Satu (Sarjana Hukum)
Alamat : Jl. Rasamala II, Menteng Dalam, Menteng, Jakarta Pusat
Istri : Dorothea Eliana Indah W
Anak :
1. Achilles Alvaro Adian Napitupulu
2. Aurora Alethea Adian Napitupulu
Ayah : Ishak Parluhutan Napitupulu, SH
Ibu : Soeparti Esther

PENDIDIKAN
SD : -
SMP : SMPN 166 Jagakarsa, Jakarta Selatan
SMA : SMUN 49 Jagakarsa, Jakarta Selatan dan SMUN 55 Duren Tiga Jakarta Selatan
Universitas : Universitas Kristen Indonesia (UKI)

PEKERJAAN
1. Buruh, Pabrik Kayu di Total Group
2. Kondektur Bus PPD dari Depo H Simpang Hek Jakarta Timur
3. Pendamping Warga SUTET, LBH Nusantara
4. Konsultan Hukum, KOTA Law Office

ORGANISASI
1. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia 1992.
2. Pendiri kelompok Diskusi ProDeo 1994.
3. Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Univeristas Kristen Indonesia 1994
4. Posko Pemuda dan Mahasiswa (DPP PDI Jl Diponegoro 58) 1996
5. Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN)Jakarta 1996
6. Pendiri Aliansi Pemuda Indonesia(API) 1996
7. Penggagas dan Pendiri Komunitas Mahasiswa Se Jabotabek (Forum Kota / Forkot) 1998
8. Penggagas Pendudukan Gedung DPR/MPR 1998
9. Penggagas Aksi Rakyat Bersatu (AKRAB) 1998
10. Penggagas Rembuk Nasional Mahasiswa Indonesia I (RNMI I) Denpasar 1999
11. Penggagas Jaringan Kota tahun 2000
12. Penggagas dan Pendiri Solidaritas Advokasi Korban SUTET Indonesia (SAKSI) 2004
13. Sekjend 98 Center 2005
14. Pendiri Kota Law Office 2007
15. Pengagas dan pendiri ARBAS (Aliansi Rakyat Adili Soehato)
16. Penggagas Pertemuan Nasional Aktivis 98 tahun 2007
17. Sekjend Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) 2007
18. Penggagas dan Pendiri BENDERA (Benteng Demokrasi Rakyat) 2009
19. Penggagas Konsolidasi Demokrasi Indonesia (KDI) 2013
20. Penggagas Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) 2013

POLITIK
1. Caleg No. 4 PDI Perjuangan Daerah Pemilihan JABAR V (Kabupaten Bogor) 2009
2. Caleg No.2 PDI Perjuangan Daerah Pemilihan JABAR V (Kabupaten Bogor) 2014



merdeka.com

@k4ri0




Postingan populer dari blog ini

Sekring / Sikring atau fuse 100 amp Honda CRV putus

Mengenang Dr. J. Leimena